Pemerkosaan di Kelas Sungguh Terlalu Remaja ini

Pemerkosaan di kelas sekolah, kasus pemerkosaan AE (16), seorang siswi di sebuah SMP di Jakarta Pusat sangat memprihatinkan. Terlebih lagi, pemerkosaan yang terjadi pada 27 September tersebut terjadi di dalam ruang kelas, saat proses belajar-mengajar sudah usai.

Pemerkosaan di Kelas

"Seharusnya sudah jam pulang sekolah. Siswa juga tidak boleh lagi berada di dalam kelas," kata Kepala SMP Jakarta Pusat Achmad Jazuli di Jakarta Jumat.

Pihak sekolah, lanjut Jazuli, tidak mengetahui masih ada muridnya yang berada di dalam kelas saat jam pulang sekolah itu. Sebab, seluruh karyawan dan guru termasuk pihak keamanan sedang melaksanakan salat Jumat, sehingga pengawasan saat itu sedikit kendur.

"Menurut informasi yang kami terima, (AE) dan laki-laki (FP) melakukan hal itu di lantai 4 sekolah, tepatnya di Kelas VII, Padahal ruang kelas IX ada di lantai 3," lanjutnya.

Metode LPP - Latihan Pembesar

Kasus ini baru terungkap setelah keluarga AE datang ke sekolah untuk mengurus kepindahan sang siswi. Dari situ, barulah Jazuli mengetahui kalau ada peristiwa memilukan tersebut.

"Keluarganya datang Senin 14 Oktober kemarin. Di situ saya baru tahu ada kejadian ini. Keluarganya juga datang untuk mengurus kepindahan," tutur Jazuli.

Sebelum diperkosa, AE diduga diancam oleh pelaku dengan pisau. Selain digerayangi, AE dipaksa melakukan oral seks. Parahnya lagi, aksi itu direkam oleh teman sekelasnya.